Pencarian

Robot Humanoid Tiangong Ultra Pecahkan Rekor Lari 100 Meter Usain Bolt

Senin, 24 Agustus 2026 • 07:38:31 WIB
Robot Humanoid Tiangong Ultra Pecahkan Rekor Lari 100 Meter Usain Bolt
Tiangong Ultra, robot humanoid asal Beijing, memecahkan rekor lari 100 meter dengan catatan waktu 9,39 detik pada ajang World Humanoid Robot Games di Beijing, Sabtu (23/8).

SUMATERA BARAT — Beijing Humanoid Robot Innovation Center sukses mencetak sejarah di ajang World Humanoid Robot Games yang berlangsung di Beijing. Robot andalan mereka, Tiangong Ultra, memecahkan rekor lari 100 meter dengan torehan waktu 9,39 detik, mengalahkan rekor dunia manusia yang dipegang Usain Bolt sejak 2009 dengan catatan 9,58 detik.

Pencapaian ini terjadi pada babak penyisihan, Sabtu (23/8). Tiangong Ultra mengungguli rival terdekatnya, robot Lightning besutan Honor, yang harus puas finis di posisi kedua dengan waktu 9,47 detik.

Catatan Waktu yang Masih Jauh dari Sempurna

Waktu 9,39 detik memang impresif di atas kertas. Namun, performa robot-robot ini di lapangan masih jauh dari mulus. Setelah melewati garis finis, Tiangong Ultra dan beberapa robot lainnya langsung menghantam bantalan pengaman dan membutuhkan bantuan kru manusia untuk dievakuasi keluar lintasan.

Kendati terlihat konyol, progres ini patut diacungi jempol. Pada edisi perdana tahun lalu, Tiangong Ultra memenangkan nomor yang sama dengan waktu 21,5 detik. Lompatan peningkatan kecepatan hampir dua kali lipat dalam kurun waktu setahun menunjukkan akselerasi riset yang sangat cepat.

Bukan Sekadar Lari, Ada Cabang Olahraga Lain

World Humanoid Robot Games yang digelar 22-26 Agustus ini bukan hanya ajang adu cepat lari. Ribuan robot peserta turut dipertandingkan dalam cabang olahraga lain seperti sepak bola, tenis meja, dan tinju. Ajang ini menjadi barometer kemampuan robot humanoid dalam meniru gerak atletik manusia.

Half-Marathon Beijing: Uji Ketahanan Robot

Selain kompetisi utama, Beijing juga menjadi tuan rumah half-marathon khusus robot humanoid yang diikuti sejumlah perusahaan teknologi China. Ajang ini menguji ketahanan dan manajemen energi robot dalam jarak tempuh 21 kilometer.

Robot Lightning milik Honor kembali menunjukkan superioritasnya dengan meraih medali emas setelah finish dalam waktu 50 menit 26 detik. Catatan ini juga menembus rekor manusia untuk kategori half-marathon, meski dengan segala drama insiden jatuh yang mewarnai sepanjang lintasan.

Komersialisasi Masih Jauh Panggang dari Api

Prestasi ini tidak serta-merta membuat robot humanoid siap dipasarkan untuk kebutuhan komersial. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama terkait keseimbangan dan kemampuan robot untuk berhenti dengan aman setelah berlari dengan kecepatan tinggi.

Untuk pasar Indonesia, teknologi robot humanoid dengan kecepatan seperti ini masih menjadi riset kelas dunia. Namun, torehan ini menjadi sinyal bahwa persaingan pengembangan robot humanoid di Asia semakin ketat, dan Indonesia perlu memantau perkembangannya untuk kesiapan adopsi teknologi di masa depan.

Follow inisumbar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: engadget.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks