PADANG — PT Jasa Raharja (Persero) Sumatera Barat dan Ditlantas Polda Sumbar sepakat mengintegrasikan sistem digital dalam pelayanan kecelakaan lalu lintas. Kesepakatan ini mengemuka dalam Rakernis Fungsi Lantas TA 2026 yang digelar di Ruang Jenderal Hoegeng Lantai 4 Mapolda Sumbar, Rabu (26/8/2026).
Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja (Persero) Sumatera Barat, Teguh Afrianto, menegaskan bahwa irisan tugas antara Jasa Raharja dan Kepolisian sangat erat, terutama dalam penanganan korban kecelakaan. Menurutnya, koordinasi yang solid menjadi prasyarat utama agar masyarakat tidak kesulitan mengakses layanan.
“Jasa Raharja dan Kepolisian memiliki irisan tugas yang sangat erat, terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang berkaitan dengan kecelakaan lalu lintas. Karena itu, koordinasi dan sinergi harus terus diperkuat, termasuk melalui pemanfaatan teknologi digital,” ujar Teguh dalam keterangannya, Rabu.
Digitalisasi Bukan Sekadar Ganti Sistem
Jasa Raharja menilai transformasi digital tidak boleh berhenti pada penggantian sistem lama ke sistem baru. Ukuran keberhasilan tetap pada kecepatan dan kemudahan yang dirasakan langsung oleh korban atau ahli waris saat mengurus santunan.
“Kita harus melihat digitalisasi dari sisi manfaatnya. Jangan sampai teknologi hanya menjadi sistem baru, tetapi masyarakat tidak merasakan perubahan. Ukurannya tetap pada pelayanan yang lebih cepat, lebih mudah, dan semakin memberikan kepastian,” katanya.
Dalam forum tersebut, Jasa Raharja juga memaparkan perkembangan layanan digital yang telah berjalan. Pemanfaatan teknologi dinilai mampu memangkas tahapan birokrasi yang selama ini memakan waktu.
Dukungan Penuh untuk Polri Presisi dan Asta Cita
Rakernis ini menjadi ruang memperkuat transformasi digital layanan Polantas dalam mewujudkan Polri Presisi dan Asta Cita. Kolaborasi antarinstansi menjadi faktor kunci agar transformasi berjalan terintegrasi dan berdampak nyata di lapangan.
Teguh menambahkan, pihaknya terbuka untuk mengembangkan kolaborasi lebih jauh, khususnya dalam hal keterhubungan data dan sistem digital. Ia menekankan pentingnya integrasi agar masyarakat tidak perlu berulang kali menyerahkan data yang sebenarnya sudah tersimpan di sistem.
“Kami siap mendukung transformasi digital yang dilakukan Kepolisian. Kalau sistem dan data bisa terhubung dengan baik, proses pelayanan akan jauh lebih efektif. Yang paling penting, jangan sampai masyarakat menjadi pihak yang harus berulang kali memberikan data yang sebenarnya sudah dimiliki oleh sistem,” tuturnya.
Target: Pelayanan Publik Modern dan Terintegrasi
Melalui Rakernis ini, Jasa Raharja Sumatera Barat dan Ditlantas Polda Sumbar diharapkan semakin solid dalam menjalankan fungsi pelayanan publik. Sinergi yang terjalin menjadi bagian dari upaya bersama menghadirkan layanan yang modern, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Ke depan, pemanfaatan data dan sistem digital yang terhubung antara kedua institusi diyakini mampu mempercepat proses penanganan kecelakaan, mulai dari pendataan korban hingga pencairan santunan.