PADANG — Sebanyak 140 unit laptop dari dana pokok pikiran Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat, Evi Yandri Rajo Budiman, resmi diterima dua SMA negeri di Kota Padang. SMAN 17 Padang mendapatkan jatah 80 unit, sementara SMAN 12 Padang memperoleh 60 unit, dan bantuan tersebut telah diserahkan kepada pihak sekolah baru-baru ini.
Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari upaya mempercepat digitalisasi pendidikan di daerah. Evi Yandri menegaskan bahwa pemilihan kedua sekolah tersebut tidak sembarangan, melainkan berdasarkan kondisi objektif masing-masing institusi.
Prioritas untuk Sekolah Baru dan Korban Bencana
SMAN 17 Padang dipilih karena merupakan sekolah yang baru berdiri pada 2022. Sementara itu, SMAN 12 Padang menjadi prioritas karena termasuk salah satu sekolah di Sumatera Barat yang mengalami dampak terparah akibat bencana hidrometeorologi pada November 2026 lalu.
“Tujuan pemberian laptop ini seiring dengan program pemerintah yakni digitalisasi pendidikan. Semoga bantuan tersebut dapat membantu percepatan program ini,” ujar Evi Yandri.
Pembangunan SDM Kunci Kemajuan Daerah
Politisi asal Sumbar itu menyatakan sepakat dengan pandangan Presiden Prabowo Subianto bahwa pembinaan sumber daya manusia (SDM) adalah kunci utama untuk memajukan bangsa. Menurutnya, kualitas SDM yang baik akan mendorong kemajuan daerah dan negara, sedangkan SDM yang lemah justru menghambat pembangunan.
“Jika SDM-nya bagus maka daerah dan negara bisa berkembang dan maju. Namun jika SDM lemah maka kemajuan akan sulit dicapai,” katanya lagi.
Pesan Tegas ke Siswa: Jauhi Narkoba dan Judi Online
Saat meninjau penggunaan laptop di kedua sekolah tersebut pekan lalu, Evi Yandri berpesan kepada para siswa untuk fokus belajar dan aktif dalam kegiatan positif. Ia mengingatkan bahwa persaingan global semakin ketat, sehingga kemampuan akademik dan karakter harus diasah sejak dini.
“Fokuslah menimba ilmu dan bentuk karakter diri dengan aktif berkegiatan positif melalui ekstrakurikuler,” katanya.
Ia juga memperingatkan para pelajar agar menjauhi perilaku negatif yang marak terjadi, seperti tawuran, penyalahgunaan narkoba, seks bebas, hingga judi online. “Jangan coba-coba atau ikut-ikutan. Sekali terjerumus hancur masa depan seumur hidup,” tegasnya.
Guru Diminta Awasi Perilaku Siswa
Evi Yandri meminta pihak sekolah, khususnya para guru, untuk meningkatkan pengawasan terhadap siswa. Salah satu langkah yang disarankan adalah dengan mengenali jenis narkoba, psikotropika, dan zat adiktif lainnya beserta ciri-ciri pemakainya.
“Dengan mengetahui maka kita akan mudah mengawasi para siswa. Tingkatkanlah kepedulian kita pada siswa karena masa depan daerah dan negara ini ada pada mereka,” paparnya.
Ia turut berpesan agar bantuan laptop yang diberikan dapat dirawat dengan baik sehingga manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang oleh banyak siswa.
Dinas Pendidikan Minta Bantuan Dioptimalkan
Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Sumatera Barat, Mahya, yang turut hadir dalam peninjauan, menyampaikan pesan serupa. Ia meminta agar bantuan tersebut dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk mengoptimalkan program digitalisasi pendidikan.
Sementara itu, kepala sekolah SMAN 17 dan SMAN 12 Padang sama-sama mengapresiasi kepedulian Evi Yandri. Mereka berterima kasih atas bantuan yang dinilai sangat berarti bagi kelancaran proses belajar mengajar di sekolah masing-masing.