Pencarian

Gubernur Mahyeldi Instruksikan Seluruh OPD Sumbar Siaga, 8 Daerah Berstatus Siaga Cuaca Ekstrem

Minggu, 25 Oktober 2026 • 16:31:31 WIB
Gubernur Mahyeldi Instruksikan Seluruh OPD Sumbar Siaga, 8 Daerah Berstatus Siaga Cuaca Ekstrem
Gubernur Sumbar Mahyeldi memimpin rapat koordinasi kesiapsiagaan cuaca ekstrem bersama jajaran OPD dan lintas sektor.

PADANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyiapkan langkah mitigasi setelah BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah setempat. Mahyeldi meminta setiap organisasi perangkat daerah (OPD) dan lintas sektor bersiaga, terutama di kawasan yang rawan bencana akibat curah hujan tinggi.

Instruksi itu disampaikan langsung oleh Gubernur. Ia menekankan keselamatan warga sebagai prioritas dalam masa siaga cuaca ekstrem.

“Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama warga yang tinggal di sekitar aliran sungai, kawasan perbukitan, dan wilayah rawan bencana lainnya,” ujar Mahyeldi.

Delapan Daerah Berstatus Siaga, 11 Waspada

Berdasarkan kategori BMKG, delapan daerah di Sumbar masuk status Siaga. Wilayah tersebut adalah Kabupaten Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Kota Padang, Pesisir Selatan, Pasaman, Kabupaten Solok, Solok Selatan, dan Dharmasraya.

Sebelas daerah lain berstatus Waspada, yakni Kabupaten Agam, Kota Bukittinggi, Tanah Datar, Kota Padang Panjang, Padang Pariaman, Kota Pariaman, Lima Puluh Kota, Kota Payakumbuh, Kota Sawahlunto, dan Sijunjung.

Status Siaga menuntut kesiapan aparat dan warga lebih tinggi dibanding Waspada. Pemerintah daerah diminta memastikan jalur evakuasi dan posko bencana berfungsi.

Air Bersih Jadi Perhatian Khusus

Selain mengantisipasi potensi bencana, Mahyeldi memerintahkan jajarannya memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Curah hujan tinggi berpotensi mengganggu distribusi air bersih, termasuk layanan perusahaan daerah air minum (PDAM).

Langkah ini menyasar warga di kawasan terdampak banjir dan longsor yang biasa kehilangan akses air bersih saat bencana. Dinas terkait diminta menyiapkan pasokan cadangan.

Pemicu Cuaca Ekstrem: MJO hingga Anomali Suhu Laut

Kepala Stasiun Meteorologi Minangkabau Decky Irmawan menjelaskan peningkatan potensi hujan di Sumbar dipengaruhi sejumlah fenomena atmosfer. Fenomena itu meliputi aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin, sirkulasi siklonik, daerah konvergensi atau pertemuan arus angin, serta belokan angin (shearline) yang aktif di wilayah Sumbar.

Anomali positif suhu muka laut di perairan barat Sumatera Barat turut mendukung pertumbuhan awan hujan secara intensif. Kondisi atmosfer tersebut berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.

“Masyarakat juga diminta segera mencari lokasi yang aman apabila terjadi hujan berintensitas tinggi dalam durasi panjang, peningkatan debit atau tinggi muka air sungai, maupun munculnya material longsoran,” tutur Decky.

Warga Diminta Kenali Titik Rawan di Sekitar Rumah

BMKG meminta masyarakat mengenali titik-titik rawan bencana di lingkungan masing-masing. Warga juga diminta memantau informasi cuaca terkini sebelum beraktivitas di luar rumah.

Bagi warga yang tinggal di bantaran sungai dan lereng bukit, kesiapan tas siaga bencana dan dokumen penting menjadi langkah awal yang disarankan. Pemerintah daerah diminta meneruskan informasi peringatan dini hingga level nagari dan kelurahan.

Follow inisumbar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: langgam.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks