PADANG — Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat menyebutkan seluruh calon haji Embarkasi Padang Gelombang II diterbangkan langsung dari bandara Minangkabau menuju Jeddah, Arab Saudi. Pesawat Boeing 777 Garuda Indonesia (penerbangan GIA 35012) membawa 392 calon haji keberangkatan pada pukul 03.40 WIB dan dijadwalkan tiba di Jeddah pukul 08.30 waktu setempat.
Perubahan Rute: Langsung ke Jeddah, Bukan Madinah
"Pada gelombang kedua, jamaah haji tidak lagi diterbangkan ke Madinah, melainkan langsung menuju Jeddah, yang kemudian melanjutkan perjalanan ke Makkah," kata Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sumbar M. Rifki di Padang pada hari itu.
Perbedaan ini mencerminkan strategi perbaikan logistik haji 2026. Pada Gelombang I, seluruh calon haji asal Sumbar dan Provinsi Bengkulu diterbangkan menuju Madinah terlebih dahulu sebelum ke Makkah. Kloter 12 merupakan tahapan kedua setelah Gelombang I berhasil diselesaikan, dengan pola pergerakan jamaah yang diubah untuk efisiensi waktu dan layanan.
Komposisi Jamaah dari Empat Wilayah Sumatera Barat
Kloter 12 merupakan gabungan calon haji dari Kota Padang (178 orang), Kota Sawahlunto (54 orang), Kabupaten Limapuluh Kota (154 orang), dan Kabupaten Kepulauan Mentawai (2 orang). Jumlah tersebut ditambah empat petugas PPIH kloter dan satu petugas haji daerah, totalnya 392 jamaah yang terbang pada Kamis dini hari.
Sebelumnya, ditetapkan bahwa kloter ini akan membawa 393 calon haji. Namun satu jamaah atas nama Aluma Asril terpaksa menunda keberangkatannya karena harus dirujuk ke RSUP Dr M Djamil Padang untuk penanganan medis.
Layanan Berbasis Kebutuhan Jamaah Lansia dan Disabilitas
Kemenhaj menekankan bahwa penyelenggaraan haji 2026 tetap mengutamakan layanan berdasarkan kebutuhan jamaah khusus, terutama kelompok prioritas. Tagline "Ramah Lansia, Disabilitas dan Perempuan" menjadi komitmen untuk memastikan layanan lebih sederhana dan mudah diakses bagi jamaah lansia dan kelompok risiko tinggi.
Perubahan pola penerbangan langsung ke Jeddah diharapkan dapat mengurangi kelelahan jamaah selama perjalanan, sekaligus mempercepat waktu tiba di kota suci untuk memulai rangkaian ibadah haji.