Pencarian

Kisah Ibu Hamil Ditandu di Pasaman Barat Dorong Desakan Rumah Singgah Persalinan untuk Daerah Terisolir

Sabtu, 16 Mei 2026 • 15:13:46 WIB
Kisah Ibu Hamil Ditandu di Pasaman Barat Dorong Desakan Rumah Singgah Persalinan untuk Daerah Terisolir
Ibu hamil di Pasaman Barat harus ditandu akibat minimnya akses layanan kesehatan maternal.

PASAMAN BARAT — Gagasan pembangunan rumah singgah persalinan mengemuka setelah seorang ibu hamil di Rurapatontang harus menjalani perjalanan ekstrem dengan ditandu. Kisah ini menjadi pengingat pahit akan minimnya akses layanan kesehatan maternal di daerah pelosok Sumatera Barat.

Mengapa Rumah Singgah Dianggap Mendesak?

Wartawan senior Sumbar, Yunzar Lubis, melalui unggahan di grup Facebook Mata Rakyat Pasaman pada Sabtu (16/5/2026), menilai persoalan ini tak bisa dihadapi dengan saling menyalahkan. Ia mendorong langkah konkret yang cepat dan tepat sasaran.

“Rumah singgah ini penting untuk ibu hamil yang sudah mendekati waktu persalinan, khususnya warga yang tinggal di daerah terpencil dan sulit akses jalannya,” tulis Yunzar dalam unggahannya.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan memang mutlak dilakukan, namun prosesnya panjang dan memakan biaya besar. Sementara itu, nyawa ibu dan janin tidak bisa menunggu hingga seluruh jalan mulus terbangun.

Fungsi dan Fasilitas yang Diharapkan

Rumah singgah ini direncanakan bukan sekadar tempat menginap. Ibu hamil dengan usia kandungan mendekati hari perkiraan lahir (HPL) bisa tinggal sementara, sehingga lebih dekat dengan tenaga kesehatan dan puskesmas atau rumah sakit rujukan.

Yunzar menambahkan, fasilitas dasar seperti tempat istirahat layak, sanitasi bersih, dan pendampingan tenaga kesehatan harus tersedia. Idealnya, rumah singgah dibangun di titik-titik strategis yang mudah dijangkau ambulans, misalnya di sekitar puskesmas kecamatan.

Solusi Sementara Sebelum Infrastruktur Tuntas

Keberadaan rumah tunggu persalinan dinilai sebagai solusi sementara yang paling memungkinkan untuk segera diterapkan. Langkah ini bisa mengurangi risiko fatal yang kerap dihadapi ibu hamil di daerah terisolir saat harus menempuh perjalanan darurat.

Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat pun didesak untuk segera mengkaji usulan ini. Mengingat medan berat seperti di Rurapatontang bukanlah satu-satunya wilayah terpencil yang menghadapi persoalan serupa, konsep rumah singgah bisa menjadi prototipe untuk daerah-daerah lain di Sumatera Barat.

Bagikan
Sumber: topsumbar.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks