Pencarian

BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem Lokal di Sumatera Barat Tiga Hari ke Depan, Wilayah Pesisir dan Dataran Tinggi Jadi Sorotan

Kamis, 21 Mei 2026 • 15:35:05 WIB
BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem Lokal di Sumatera Barat Tiga Hari ke Depan, Wilayah Pesisir dan Dataran Tinggi Jadi Sorotan
BMKG mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem lokal di wilayah pesisir dan dataran tinggi Sumatera Barat.

PADANG — Cuaca di Sumatera Barat diprakirakan masih didominasi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada periode 22 hingga 24 Mei 2026. BMKG mengidentifikasi sejumlah wilayah, terutama daerah pesisir dan dataran tinggi, berpotensi mengalami cuaca ekstrem lokal seperti hujan lebat tiba-tiba yang disertai angin kencang dan petir.

Berdasarkan prakiraan yang dihimpun dari sistem informasi cuaca nasional, Kamis (21/5/2026), dinamika atmosfer yang aktif di barat Sumatera menyebabkan cuaca harian cenderung tidak stabil. "Secara umum Sumatera Barat masih berpotensi mengalami hujan harian dengan intensitas yang bervariasi, dari ringan hingga sedang, dan bersifat lokal," demikian ringkasan BMKG.

Hujan Ringan hingga Sedang Bergantian Selama Tiga Hari

Pada hari pertama, Jumat (22/5/2026), cuaca di Sumatera Barat diprediksi didominasi kondisi berawan dengan hujan ringan. Kota Padang, Pariaman, dan Pesisir Selatan berpotensi diguyur hujan ringan pada siang hingga malam hari. Sementara itu, wilayah dataran tinggi seperti Agam, Tanah Datar, dan Bukittinggi diprakirakan berawan dengan peluang hujan lokal pada sore hari.

Memasuki hari kedua, Sabtu (23/5/2026), kondisi cuaca diperkirakan lebih tidak stabil. BMKG memperkirakan hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di beberapa wilayah daratan. Daerah Pasaman Barat, Lima Puluh Kota, dan Kabupaten Solok menjadi wilayah yang perlu diwaspadai karena peluang hujan sedang pada sore hingga malam hari. Kondisi serupa juga berpotensi terjadi di kawasan Padang Panjang dan Bukittinggi, meski dalam durasi yang lebih singkat.

Mengapa Cuaca Masih Tidak Stabil di Tengah Peralihan Musim?

BMKG menyebutkan, meski sebagian wilayah Sumatera Barat mulai memasuki masa peralihan menuju musim kemarau, dinamika atmosfer yang masih aktif di wilayah barat Sumatera menyebabkan pertumbuhan awan hujan masih cukup signifikan. Kondisi ini membuat cuaca harian cenderung tidak stabil dan sulit diprediksi secara akurat untuk jangka panjang.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem lokal, terutama bagi yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor. Hujan dengan intensitas sedang yang turun dalam waktu singkat dapat memicu genangan air dan tanah longsor di wilayah perbukitan.

Bagikan
Sumber: binews.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks