BUKITTINGGI — Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menilai konferensi internasional ICOF 2026 jadi ruang strategis memperkuat kerja sama lintas negara. Acara yang digelar di Kampus Universitas Fort De Kock itu mengusung tema dampak perubahan global terhadap kualitas sumber daya manusia.
Mahyeldi menyebut, tantangan seperti revolusi industri 4.0, perubahan iklim, ekonomi digital, hingga ketahanan pangan menuntut daerah menyiapkan SDM yang adaptif. “Pengembangan sumber daya manusia harus bertumpu pada dua hal utama, yaitu adaptif dan berbudaya,” ujarnya dalam sambutan.
5 Negara Kirim Akademisi ke ICOF 2026
Konferensi ini menghadirkan pakar dari Malaysia, Bangladesh, Pakistan, Australia, dan Arab Saudi. Sejumlah akademisi dari perguruan tinggi ternama Indonesia juga ikut serta. Mereka membahas strategi peningkatan kualitas SDM di tengah dinamika global yang cepat berubah.
Pemprov Sumbar: SDM Unggul Tak Boleh Kehilangan Jati Diri
Mahyeldi menegaskan, falsafah Minangkabau “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah” (ABS-SBK) jadi fondasi pembangunan karakter. Nilai itu, kata dia, menjadi pegangan moral sekaligus identitas budaya di tengah derasnya arus globalisasi. “Adaptif terhadap kemajuan teknologi dan perubahan global, namun tetap berpegang pada nilai-nilai budaya Minangkabau sebagai kekuatan identitas,” ucapnya.
Pemprov Sumbar berkomitmen meningkatkan kualitas SDM melalui penguatan sektor pendidikan, kesehatan, keterampilan, dan daya saing masyarakat. Langkah ini sejalan dengan visi “Sumatera Barat Madani yang Maju dan Berkeadilan”.
IPM Sumbar Peringkat Keenam Nasional
Berdasarkan data BPS tahun 2025, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sumatera Barat tercatat sebesar 77,27. Angka ini meningkat 0,84 poin dibanding tahun sebelumnya dan menempatkan Sumbar di peringkat keenam nasional. Capaian itu menjadi modal daerah untuk bersaing di tingkat global.
Mahyeldi menyampaikan selamat datang kepada seluruh narasumber dan peserta di Kota Bukittinggi. Ia menyebut kota wisata di Ranah Minang itu dikenal dengan kekayaan budaya, tradisi intelektual, serta semangat kebersamaan yang mendukung diskusi akademik tingkat internasional.
Apa Langkah Selanjutnya Pasca-ICOF 2026?
Konferensi ini diharapkan menghasilkan rekomendasi konkret bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan SDM. Mahyeldi mengisyaratkan, hasil diskusi akan diintegrasikan ke dalam program prioritas Pemprov Sumbar, terutama di sektor pendidikan dan pelatihan vokasi yang adaptif terhadap kebutuhan industri global.