PADANG — Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di pesisir barat Sumatera Barat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob dalam empat hari ke depan. Peringatan ini disampaikan BMKG Maritim Teluk Bayur menyusul prediksi peningkatan tinggi pasang air laut akibat fenomena astronomi Bulan Baru.
Dalam rilis yang dikeluarkan Senin (13/7/2026), BMKG menyebut tinggi pasang maksimum diperkirakan mencapai 1,3 hingga 1,5 meter. Potensi genangan terbesar diprediksi terjadi pada pukul 06.00 hingga 08.00 WIB, saat aktivitas warga di pesisir mulai padat.
Enam Daerah Jadi Wilayah Prioritas Waspada
BMKG memetakan enam daerah yang berpotensi terdampak rob selama periode tersebut. Wilayah itu meliputi Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Agam, Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Pesisir Selatan, dan Kepulauan Mentawai.
Meski dampak yang diperkirakan masih dalam kategori ringan, BMKG mengingatkan agar warga tidak lengah. Genangan akibat pasang air laut bisa mengganggu akses jalan dan aktivitas ekonomi di kawasan pesisir, terutama saat pagi hari.
Cuaca dan Gelombang Ikut Jadi Faktor Risiko
Selain pasang maksimum, kondisi cuaca juga turut memengaruhi. BMKG memprediksi wilayah perairan Sumbar dan Mentawai berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang yang dapat disertai angin selama periode tersebut.
Tinggi gelombang laut diperkirakan berkisar antara 0,50 hingga 1,50 meter dengan kecepatan angin 2 hingga 12 knot. Kombinasi antara pasang maksimum dan hujan dapat memperparah genangan di area pesisir yang rendah.
Imbauan BMKG: Tetap Tenang, Pantau Informasi Resmi
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun waspada, terutama saat waktu pasang maksimum berlangsung. Warga diminta memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari kanal resmi BMKG sebagai langkah antisipasi terhadap perkembangan kondisi terkini.
"Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di kawasan pesisir agar tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi genangan akibat pasang air laut, terutama pada waktu terjadinya pasang maksimum," demikian bunyi imbauan dalam rilis BMKG Maritim Teluk Bayur.