LUBUKBASUNG — Apernas Sumbar mencatat realisasi rumah subsidi baru mencapai 500 unit pada periode Januari hingga pertengahan 2026. Angka ini masih jauh dari target tahunan, namun Ketua DPW Apernas Sumbar Yerno Arsel optimistis program bisa dikejar dengan sinergitas tiga pihak: pengembang, perbankan, dan pemerintah.
1.000 Unit Rumah Subsidi Tersebar di 9 Daerah
Yerno menyebutkan realisasi 1.000 unit pada 2025 akan menyasar Kabupaten Agam, Kota Padang, Limapuluh Kota, Payakumbuh, Padang Pariaman, Pasaman Barat, Pariaman, Solok, dan beberapa daerah lainnya. "Apernas paling banyak merealisasi rumah subsidi di Sumbar karena fokus kami ke rumah sederhana bersubsidi," katanya dalam rapat kerja di Lubuk Basung, Selasa.
Sinergitas Tiga Pilar Jadi Kunci Akselerasi
Menurut Yerno, keberhasilan program 3 juta rumah nasional sangat bergantung pada kolaborasi antara penyedia rumah, bank penyalur KPR, dan pemda setempat. "Dengan sinergitas itu, maka program 3 juta unit rumah bisa terealisasi," ujarnya.
Wakil Ketua Dewan Pimpinan Pusat Apernas Muhammad Tulus menambahkan, pengembang harus menjadi bagian dari solusi penyediaan hunian layak. Ia mendorong seluruh pengurus Apernas di Sumbar untuk adaptif terhadap teknologi dan kebutuhan pasar.
Pemerintah Daerah Apresiasi Kontribusi Apernas
Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM Sekretariat Daerah Agam Taslim menyambut baik pemilihan Agam sebagai lokasi rapat kerja. Menurutnya, keberadaan Apernas sangat membantu pemerintah dan masyarakat mendapatkan rumah layak huni.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimtan) Sumbar Ahdiyarsyah menegaskan, program 3 juta rumah merupakan strategi nasional yang membutuhkan kebersamaan semua pihak. "Ini dalam rangka mengatasi rumah tidak layak huni di Indonesia," katanya.
Target Nasional: 3 Juta Rumah Subsidi untuk Ekonomi Lemah
Program yang digadang Presiden Prabowo Subianto ini menyasar masyarakat berpenghasilan rendah yang selama ini kesulitan mengakses hunian layak. Apernas Sumbar menjadi salah satu ujung tombak realisasi di tingkat provinsi, dengan fokus pada rumah sederhana sehat bersubsidi.
Hingga pertengahan 2026, realisasi rumah subsidi di Sumbar baru mencapai 500 unit. Namun dengan komitmen 1.000 unit pada 2025, Apernas optimistis kontribusi daerah terhadap target nasional akan terus meningkat.