Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah melantik enam Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (eselon II) di lingkungan Pemprov Sumbar, Rabu (2/9/2026). Mereka diminta tidak sekadar bekerja administratif, melainkan hadir langsung menjawab persoalan masyarakat di lapangan sebelum masalah membesar.
PADANG — Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menegaskan bahwa pelantikan dan rotasi pejabat harus dipandang sebagai amanah, bukan sekadar dinamika organisasi. Enam pejabat eselon II yang baru dilantik wajib membawa perubahan nyata bagi daerah dan masyarakat.
Rotasi ini, lanjut Mahyeldi, merupakan bagian dari penataan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melalui mekanisme manajemen talenta. Pertimbangannya mencakup kompetensi, rekam jejak kinerja, hingga integritas seseorang.
“Jabatan adalah amanah. Jadi mesti dilihat sebagai kesempatan untuk berbuat lebih banyak dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi daerah dan masyarakat,” ujar Mahyeldi di Istana Gubernuran, Rabu (2/9/2026).
Pesan Keras Gubernur untuk Pejabat Baru
Mahyeldi mengingatkan para pejabat yang baru dilantik agar tidak menunggu masalah membesar. Ia meminta mereka bergerak cepat membaca persoalan di lapangan sebelum masyarakat mengeluh atau pimpinan memberi instruksi.
“Seorang pemimpin harus memberikan contoh sebelum memberikan perintah. Kalau kita ingin bawahan disiplin, kita harus terlebih dahulu menunjukkan kedisiplinan,” tegasnya.
Keteladanan itu, menurut Mahyeldi, tidak hanya soal etos kerja, tetapi juga integritas dan kejujuran dalam pelayanan publik. Pemimpin yang baik tidak cukup menyelesaikan pekerjaan di belakang meja.
Nama dan Jabatan Enam Pejabat yang Dilantik
Pelantikan di Istana Gubernuran Sumbar itu menghasilkan sejumlah pergeseran posisi strategis. Berikut rinciannya:
- Yozawardi Usama Putera — dari Kepala DPMD menjadi Asisten Ekonomi dan Pembangunan.
- Adib Alfikri — dari Asisten Ekonomi dan Pembangunan menjadi Asisten Administrasi Umum.
- Medi Iswandi — dari Asisten Administrasi Umum menjadi Kepala BPSDM.
- Tasliatul Fuaddi — dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup menjadi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga.
- Mahdianur — dari Kepala Dispora menjadi Kepala DPMD.
- Kuartini Deti Putri — dari Kepala Biro Perekonomian Setdaprov menjadi Kepala Dinas Lingkungan Hidup.
Target Kinerja Masing-Masing OPD
Mahyeldi meminta setiap pejabat segera menunjukkan kinerja terbaik sesuai tugas barunya. Asisten Ekonomi dan Pembangunan serta Asisten Administrasi Umum diminta memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah.
Kepala BPSDM yang baru ditugaskan meningkatkan pembinaan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN). Sementara Kepala Dispora diminta mengawal persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) dan pembangunan GOR.
Untuk Kepala DPMD, fokus kerja diarahkan memperkuat pembangunan berbasis nagari, termasuk pengembangan Nagari Creative Hub (NCH).
Instruksi Khusus: Sampah Harus Segera Ditangani
Perhatian khusus diberikan kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup yang baru, Kuartini Deti Putri. Gubernur menekankan agar pembangunan ekonomi dan kelestarian lingkungan berjalan beriringan.
“Terutama untuk persoalan pengelolaan sampah, itu harus menjadi perhatian serius agar segera ada solusi konkretnya,” tegas Mahyeldi.
Gubernur menutup arahannya dengan pesan agar para pejabat beradaptasi cepat, membangun komunikasi dengan jajaran, dan bekerja dengan sungguh-sungguh serta ikhlas sesuai ketentuan yang berlaku.