Pencarian

Akademisi ISI Padang Panjang Sebut Musik Bukan Pelengkap Tapi Jiwa Pertunjukan, Ini Penjelasannya

Selasa, 19 Mei 2026 • 21:35:06 WIB
Akademisi ISI Padang Panjang Sebut Musik Bukan Pelengkap Tapi Jiwa Pertunjukan, Ini Penjelasannya
Indra Ariffin menegaskan musik sebagai jiwa dalam pertunjukan seni tradisional dan modern.

PADANG — Indra Ariffin, doktor seni termuda di ISI Padang Panjang yang baru saja meraih gelar di usia 33 tahun dengan predikat cumlaude, menyampaikan pandangan ini dalam Lokakarya Komposisi Musik yang digelar UPTD Taman Budaya Sumatera Barat, Selasa. Menurutnya, jika tubuh penari adalah medium gerak, maka musik adalah medium rasa yang menghidupkan seluruh narasi pertunjukan.

"Jika tubuh adalah medium gerak, maka musik adalah medium rasa dan jiwa pertunjukan," ujar Indra di hadapan para peserta lokakarya yang diharapkan menjadi komposer masa depan.

Ethno Performance Scoring: Tradisi Jadi Bahasa Artistik Baru

Dalam materinya yang bertema "Menghidupkan Narasi melalui Akar Tradisi", Indra memperkenalkan konsep ethno performance scoring. Metode ini merupakan proses penciptaan dan penataan musik yang memadukan unsur budaya serta instrumen musik etnik tradisional dengan kebutuhan tata musik pertunjukan modern, seperti teater dan tari.

Ia menjelaskan, komposer harus mampu mengolah bunyi tradisi untuk kebutuhan dramaturgi. Contohnya, bunyi Gandang bisa dijadikan sentakan emosional, Talempong sebagai ritme kinetik, dan Saluang sebagai pencipta atmosfer ruang. "Ethno performance scoring bukan nostalgia tradisi, tetapi cara menghidupkan kembali memori budaya dalam bahasa artistik baru," tandasnya.

Komposer Jangan Terlalu Bergantung pada Preset Digital

Indra juga menyoroti kebiasaan komposer masa kini yang terlalu bergantung pada preset digital dan kurang memahami dramaturgi pertunjukan. Akibatnya, tradisi hanya dijadikan ornamen tanpa pemaknaan mendalam. Ia mengingatkan peserta lokakarya untuk lebih sensitif terhadap ruang, memahami tubuh, serta mendalami emosi dan akar budaya.

"Terkadang dalam penciptaan musik pertunjukan, komposer terlalu bergantung pada preset digital dan kurang memahami dramaturgi, sementara tradisi hanya dijadikan ornamen," kata Indra.

Musik sebagai Penentu Napas Pertunjukan

Menurut Indra, peran musik dalam pertunjukan tari dan teater sangat vital. Jika musik dihilangkan, sebuah tarian akan kehilangan napas ritmisnya, sementara teater akan kehilangan atmosfer emosional yang membangun ketegangan atau suasana. Lokakarya ini diharapkan mampu melahirkan komposer-komposer baru yang tidak hanya piawai secara teknis, tetapi juga peka terhadap nilai-nilai tradisi.

Bagikan
Sumber: sumbar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks