PADANG ARO — BPJS Ketenagakerjaan Cabang Solok Selatan tidak hanya menggelar seremoni dalam memperingati Hari Buruh Internasional tahun ini. Lembaga itu memilih aksi langsung: membagikan paket sembako ke para pekerja di dua nagari.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Solok Selatan, Muhammad Yasir Ginting, mengatakan bantuan ini bentuk kepedulian nyata terhadap kesejahteraan pekerja dan keluarganya. “Kami ingin menunjukkan bahwa BPJS Ketenagakerjaan hadir tidak hanya fokus dalam memberikan perlindungan jaminan sosial, tetapi juga melalui aksi nyata yang menyentuh langsung kebutuhan para pekerja,” ujarnya di Padang Aro, Jumat.
Sembako untuk Pekerja di Dua Nagari
Paket sembako yang disalurkan berisi kebutuhan pokok—beras, minyak goreng, dan gula pasir. Bantuan ini menyasar pekerja di Nagari Lubuk Gadang dan Lubuk Gadang Timur, Kecamatan Sangir. Total penerima mencapai puluhan orang, terdiri dari pekerja formal dan perangkat nagari.
Menurut Yasir, pemilihan dua nagari itu didasarkan pada data kepesertaan dan kondisi sosial ekonomi pekerja di wilayah tersebut. “Ini bentuk apresiasi terhadap kontribusi pekerja dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.
May Day Bukan Sekadar Selebrasi
Yasir menegaskan peringatan May Day tidak boleh berhenti sebagai kegiatan tahunan yang seremonial. Momentum ini, kata dia, harus menjadi ajang refleksi bersama untuk mendorong peningkatan kesejahteraan buruh. “Melalui program BPJS Ketenagakerjaan, pekerja mendapatkan perlindungan atas risiko kecelakaan kerja, kematian, hari tua hingga jaminan pensiun,” ujarnya.
Ia berharap semakin banyak pekerja yang sadar pentingnya perlindungan jaminan sosial demi menjaga keberlangsungan ekonomi keluarga. BPJS Ketenagakerjaan Cabang Solok Selatan berkomitmen memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk kesejahteraan buruh ke depan.
Apa Langkah Selanjutnya?
Pihak BPJS Ketenagakerjaan Solok Selatan berencana memperluas jangkauan penyaluran bantuan sosial ke nagari-nagari lain secara bertahap. Selain itu, sosialisasi kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan akan digencarkan, terutama bagi pekerja sektor informal yang belum terdaftar.
Peringatan May Day tahun ini menjadi pengingat bahwa perlindungan pekerja tidak cukup hanya dari program jaminan sosial—tetapi juga perlu aksi langsung yang menyentuh kebutuhan harian mereka.