PADANG — Ratusan keluarga di Sumatera Barat yang kehilangan tempat tinggal pascabanjir dan longsor mulai mendapatkan kepastian. BNPB menargetkan pembangunan 695 unit hunian tetap (huntap) mandiri untuk para korban.
Huntap mandiri ini berbeda dari program sebelumnya. Warga tidak hanya menerima rumah jadi, tetapi dilibatkan dalam proses pembangunan agar hasilnya sesuai kebutuhan dan kondisi lahan masing-masing.
Bencana yang Dipicu Siklon Senyar
Banjir bandang dan tanah longsor yang merusak ribuan rumah di Sumatera Barat terjadi setelah hujan ekstrem. BNPB menyebut intensitas cuaca buruk saat itu dipengaruhi oleh keberadaan Siklon Senyar, yang memicu peningkatan curah hujan secara signifikan di sejumlah kabupaten dan kota.
Akibatnya, banyak warga kehilangan tempat tinggal. Mereka selama ini mengungsi di rumah kerabat atau tempat penampungan sementara yang disediakan pemerintah daerah.
Skema Huntap Mandiri: Warga Jadi Pelaku Pembangunan
Dalam skema huntap mandiri, BNPB menyediakan material bangunan dan dana stimulan. Warga yang terdampak bersama keluarganya yang membangun rumah secara swadaya, dengan pendampingan dari tenaga teknis.
“Pendekatan ini bertujuan agar rumah yang dibangun sesuai dengan karakteristik wilayah dan kebutuhan penghuni,” ujar perwakilan BNPB dalam keterangan yang diterima di Padang.
Lokasi pembangunan huntap tersebar di beberapa kabupaten/kota yang menjadi episentrum bencana. BNPB memastikan lahan yang digunakan aman dari risiko bencana serupa di masa depan.
Berapa Lama Proses Pembangunannya?
Hingga berita ini diturunkan, BNPB belum merinci jadwal pasti penyelesaian 695 unit huntap tersebut. Namun, proses pengadaan material dan verifikasi penerima manfaat sudah mulai berjalan di tingkat desa dan kelurahan.
Pemerintah provinsi dan kabupaten/kota diminta mempercepat pendataan warga yang berhak menerima huntap. Data yang akurat menjadi kunci agar bantuan tepat sasaran dan tidak tumpang tindih dengan program rehabilitasi lainnya.
Dampak Bencana di Sumbar: Ribuan Rumah Rusak
Bencana banjir dan longsor yang dipicu Siklon Senyar sebelumnya meluluhlantakkan permukiman warga di beberapa titik di Sumatera Barat. Selain merusak rumah, bencana juga merusak infrastruktur jalan, jembatan, dan lahan pertanian.
Pembangunan 695 huntap mandiri ini menjadi salah satu langkah pemulihan pascabencana yang paling dinantikan warga. Mereka berharap prosesnya berjalan lancar tanpa kendala birokrasi yang berlarut.