SIMPANG EMPAT — Gerakan pangan murah menyasar dua titik berbeda pekan lalu. Rabu (17/6) kegiatan berlangsung di Ujung Gading, Kecamatan Lembah Melintang. Keesokan harinya, giliran Pasar Kapa di Kecamatan Luhak Nan Duo yang mendapat giliran.
Ketua TP PKK Pasaman Barat Sifrowati Yulianto menyebut program ini hasil kolaborasi dengan Bank Indonesia Perwakilan Sumbar dan Perum Bulog Cabang Bukittinggi. “Gerakan Pangan Murah merupakan wujud nyata kolaborasi dalam menjaga keterjangkauan harga pangan serta membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau,” ujarnya Jumat (20/6) di Simpang Empat.
Inflasi Pasaman Barat Capai 4,61 Persen per Mei 2026
Data terakhir mencatat inflasi tahunan (year on year) Pasaman Barat pada Mei 2026 sebesar 4,61 persen. Secara bulanan (month to month), inflasi mencapai 1,03 persen. Angka ini mendorong pemerintah daerah mengambil langkah konkret menjaga stabilitas harga dan pasokan.
Sifrowati menegaskan gerakan pangan murah menjadi instrumen penting mengantisipasi kenaikan harga sekaligus menekan laju inflasi yang berdampak pada kondisi sosial dan ekonomi warga. “Melalui gerakan pangan murah ini, harga pangan diharapkan tetap terjangkau, kebutuhan masyarakat terpenuhi, daya beli terjaga, dan inflasi daerah dapat dikendalikan,” katanya.
Paket Sembako dari BI: Bawang Merah, Minyak Goreng, Cabai Merah
Selain beras SPHP, warga yang datang juga menerima paket edukasi kebanksentralan dari Bank Indonesia. Paket tersebut berisi bawang merah, minyak goreng, dan cabai merah. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pasaman Barat Ekadiana Oktavia memastikan harga pangan yang dijual di bawah harga pasar saat ini.
Ketua Gabungan Organisasi Wanita Pasaman Barat Gusmalini mengimbau warga memanfaatkan program secara bijak. “Kami berharap masyarakat berbelanja sesuai kebutuhan agar manfaatnya dirasakan lebih luas. Semoga kegiatan ini meringankan beban sekaligus mendukung kesejahteraan warga Pasaman Barat,” katanya.