Pencarian

Angkasa Pura Indonesia Suntik Rp 150 Miliar Wajah Baru Bandara Minangkabau, Angkat Rumah Gadang hingga Songket

Jumat, 19 Juni 2026 • 20:30:31 WIB
Angkasa Pura Indonesia Suntik Rp 150 Miliar Wajah Baru Bandara Minangkabau, Angkat Rumah Gadang hingga Songket
Revitalisasi Bandara Minangkabau mengintegrasikan arsitektur Rumah Gadang dan motif songket ke dalam terminal.

SUMATERA BARAT — Manajemen Bandara Internasional Minangkabau memastikan program revitalisasi terminal penumpang yang tengah berjalan akan mengubah wajah bandara secara signifikan. General Manager BIM, Dony Subardono, mengungkapkan bahwa konsep desain anyar ini mengusung filosofi "Bandara Minangkabau yang Modern dan Berbudaya".

Rumah Gadang hingga Songket di Dalam Terminal

Sentuhan budaya Minang tidak hanya ditempel sebagai ornamen tempelan. Menurut Dony, elemen arsitektur khas Rumah Gadang akan diintegrasikan ke dalam struktur bangunan utama terminal. Selain itu, lantai dan dinding area check-in hingga ruang tunggu akan dihiasi motif songket dan sulaman khas Minangkabau yang dibuat dari material lokal.

"Kami ingin setiap penumpang yang datang, baik domestik maupun internasional, langsung merasakan atmosfer Minangkabau begitu menginjakkan kaki di terminal. Ini bukan sekadar dekorasi, tapi bagian dari identitas bandara," ujar Dony dalam keterangan resminya, Senin (15/4).

Fasilitas Penumpang Ikut Ditingkatkan

Revitalisasi ini tidak berhenti pada aspek estetika. Angkasa Pura Indonesia juga merombak total tata ruang terminal agar lebih efisien dan nyaman. Beberapa titik yang menjadi prioritas antara lain perluasan area drop-off, penambahan kapasitas ruang tunggu keberangkatan, serta peremajaan sistem konveyor bagasi.

Proyek yang ditargetkan rampung pada akhir tahun ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas penumpang dari 5,7 juta orang per tahun menjadi 7,2 juta orang per tahun. Angka ini sejalan dengan proyeksi peningkatan lalu lintas penerbangan di Sumatera Barat pasca-pemulihan sektor pariwisata.

Dampak bagi Penumpang dan Ekonomi Lokal

Bagi penumpang, perubahan paling terasa adalah pengalaman visual yang lebih kaya dan sirkulasi udara yang lebih baik berkat penambahan ventilasi alami pada atap terminal. Bagi pelaku UMKM lokal, proyek ini menjadi berkah tersendiri. Pihak bandara menyediakan zona khusus bagi perajin songket dan tenun untuk memajang dan menjual produknya langsung di area komersial terminal.

"Kami bekerja sama dengan Dekranasda Sumbar untuk memastikan produk-produk UMKM asli Minangkabau bisa dipasarkan di bandara. Ini bagian dari upaya menggerakkan ekonomi kerakyatan," tambah Dony.

Dengan investasi sebesar Rp 150 miliar, Angkasa Pura Indonesia tidak hanya mempercantik infrastruktur, tetapi juga menanamkan nilai budaya lokal sebagai pembeda di antara bandara-bandara lain di Indonesia. Langkah ini sekaligus menjadi sinyal bahwa BUMN bandara serius mendorong pariwisata Sumatera Barat melalui gerbang udara yang representatif.

Bagikan
Sumber: ekonomi.republika.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks