PADANG PARIAMAN — Penghargaan nasional dari Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Ketua Umum TP PKK Pusat Tri Tito Karnavian bukan sekadar seremonial. Bagi TP PKK Padang Pariaman, ini adalah pengakuan terhadap kerja lapangan yang sistematis: menyisir satu per satu nagari untuk memastikan bayi dan balita mendapat imunisasi dasar lengkap.
Strategi Menyisir Nagari Tekan Angka Imunisasi Nol
Keberhasilan ini dipimpin Ketua TP PKK Padang Pariaman Ny. Nita Christanti Azis. Di bawah komandonya, rantai kolaborasi dibangun dari Dinas Kesehatan, puskesmas, kader posyandu, hingga perangkat kecamatan dan nagari. Targetnya jelas: menurunkan jumlah anak Zero Dose—istilah untuk anak yang sama sekali belum pernah menerima vaksinasi—sepanjang tahun 2025.
"Penghargaan ini bukan hanya milik TP PKK, tetapi milik seluruh masyarakat Padang Pariaman. Ini adalah buah dari keringat dan dedikasi tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan elemen masyarakat yang bergerak tanpa lelah di lapangan," ungkap Ny. Nita Christanti Azis dalam rilis yang diterima redaksi.
Dampak Langsung: Posyandu Digenjot, Edukasi Ibu-Anak Diperluas
Ny. Nita menegaskan penghargaan ini menjadi bahan bakar untuk kerja selanjutnya. Ke depan, kualitas pelayanan posyandu akan terus ditingkatkan. Edukasi kesehatan ibu dan anak juga akan diperluas jangkauannya. Semua ini dilakukan demi mencetak generasi unggul menyongsong target Indonesia Emas 2045.
Penghargaan ini diserahkan bersamaan dengan peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 yang mengusung tema “Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045”. Acara berlangsung di Hotel Claro Makassar dan dihadiri ribuan kader dari seluruh provinsi di Indonesia.
Deretan Tokoh Nasional Saksikan Momen Kebanggaan
Momen penyerahan penghargaan turut disaksikan sejumlah tokoh nasional. Selain Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, hadir pula Menteri PPPA Arifah Fauzi, Wakil Menteri Dalam Negeri Riska Haluk, dan Pembina TP PKK Selvi Gibran Rakabuming. Kehadiran mereka menegaskan bahwa kerja PKK di tingkat nagari mendapat perhatian serius di tingkat pusat.
Bagi Padang Pariaman, penghargaan ini menjadi bukti bahwa kekuatan gotong royong mampu membawa perubahan nyata di sektor kesehatan masyarakat. Prestasi ini sekaligus menjadi standar baru bagi daerah lain dalam menekan angka stunting dan meningkatkan cakupan imunisasi dasar lengkap di Sumatera Barat.